Search

May Day 2020, 5 Film Ini Mengulik Perjuangan Buruh - Tempo

TEMPO.CO, Jakarta -Setiap 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day. Peringatan ini ditujukan sebagai bentuk upaya buruh dan pekerja memperjuangkan hak mereka.

Perayaan Hari Buruh Internasional berawal dari perjuangan sebanyak 200 ribu buruh di Amerika pada 1886 yang melakukan mogok massal menuntut delapan jam kerja. Seiring berjalannya waktu, pergerakan ini tak hanya dicurahkan melalui aksi di jalan, melainkan juga ke dalam bentuk lain, tak terkecuali film.

Berikut 5 film yang menyoroti perjuangan para buruh dan pekerja, yang cocok untuk ditonton di Hari Buruh.

Blue Collar (1978)
Blue Collar adalah film drama kriminal yang disutradarai oleh Paul Schrader, dalam debutnya sebagai sutradara. Film ini ditulis oleh Schrader dan saudaranya Leonard, dan dibintangi oleh Richard Pryor, Harvey Keitel dan Yaphet Kotto. Film ini adalah kritik terhadap praktik serikat dan kisah kehidupan seorang pekerja Rust Belt.

Norma Rae (1979)
Disutradarai oleh Martin Ritt, Norma Rae mengisahkan Norma Rae, seorang buruh pabrik dari sebuah kota kecil di North Carolina. Ia kemudian menjadi terlibat dalam kegiatan serikat di pabrik tekstil tempat dia bekerja setelah dia dan kesehatan rekan kerjanya terganggu karena kondisi kerja yang buruk.

Kisah ini diangkat dari buku karya jurnalis New York Times, Henry P. Leifermann berjudul Crystal Lee, a Woman of Inherotance yang terbit pada 1975 dan merupakan kisah nyata. Norma Rae mendapatkan empat nominasi Academy Awards 1980 dan memenangkan piala Oscar untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Lagu Original Terbaik.Film 12 years a slave. aceshowbiz.com

12 Years a Slave (2013)
12 Years a Slave adalah film drama-biografi yang diadaptasi dari memoar Twelve Years a Slave (1853) oleh Solomon Northup, seorang pria Afrika-Amerika yang diculik di Washington, DC oleh dua penipu di 1841 dan dijual sebagai budak. Northup dipekerjakan di perkebunan di negara bagian Louisiana selama 12 tahun sebelum dibebaskan.

12 Years a Slave disutradarai oleh Steve McQueen, dan naskahnya ditulis oleh John Ridley. Chiwetel Ejiofor berperan sebagai Solomon Northup. Michael Fassbender, Benedict Cumberbatch, Paul Dano, Paul Giamatti, Lupita Nyong'o, Sarah Paulson, Brad Pitt, dan Alfre Woodard sebagai pemeran pendukung.

Roma (2018)
Roma mengikuti Cleo (diperankan nominee Aktris Terbaik Academy Awards 2019 Yalitza Aparicio), seorang pekerja rumah tangga muda yang tinggal di rumah untuk keluarga kelas menengah di Mexico City, Meksiko.

Terinspirasi dari kisah nyata sang sutradara, Alfonso Cuarón, mengisahkan tentang hubungan Cleo dengan keluarga yang retak, dengan pergolakan sosial-politik yang terjadi di Meksiko pada saat itu.

Roma yang mendapatkan 10 nominasi dalam Academy Awards 2019 ini tak berfokus pada isu buruh pada umumnya, melainkan menceritakan sisi lain yang dikemas dengan dramatis dan intim melalui nuansa monokrom.

American Factory (2019)
American Factory  adalah film dokumenter Amerika yang disutradarai oleh Steven Bognar dan Julia Reichert. Film ini menceritakan tentang pabrik perusahaan China Fuyao di Moraine, Ohio, yang menempati Majelis Moraine, pabrik General Motors yang ditutup.

Film ini tayang perdana di Sundance Film Festival 2019, dan didistribusikan oleh Netflix, serta merupakan film pertama yang diproduksi oleh Barack dan Michelle Obama melalui Higher Ground Productions.

American Factory memenangkan piala Oscar untuk Fitur Dokumenter Terbaik pada Academy Awards 2020.

Let's block ads! (Why?)

baca dong https://seleb.tempo.co/read/1337595/may-day-2020-5-film-ini-mengulik-perjuangan-buruh

Bagikan Berita Ini

0 Response to "May Day 2020, 5 Film Ini Mengulik Perjuangan Buruh - Tempo"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.